Minggu, 05 Februari 2017

Perjuangan Pelaut di mulai Daftar Diklat sampai mendapatkan Certificate

Good Day,
Hello... rekan rekan Pelaut Indonesia, baik yang sudah onboard, mengikuti diklat, maupun yang lagi door to door dari kantor ke kantor, dari teman ke teman dan dari Agent Broker ke broker juga teman teman yang brosing di internet, agar tetap semangat dan never give up.....maju terus....Full Ahead...namun tetap hati hati awasi  port side dan starboad side waspada “ Jaring Nelayan “.

Teman teman pelaut semua,  melihat kondisi saat ini sejak diberlakukanya  “ Amendement Manila 2010 “, banyak teman teman pelaut yang melakukan revalidasi certificate maupun updating, prihatin sekali atas biaya yang dikeluarkan khususnya yang datang dari luar kota ke Jakarta selain biaya certificate, juga untuk biaya Kost bagi teman teman yang tidak ada mess maupun tempat teman maupun saudara yang akan di kunjungi untuk menginap, juga biaya makan, transportasi, selama masa tunggu untuk memulai diklat dan lain sebagainya.

Namun teman teman Pelaut saya lihat di Diklat STIP Marunda, BP3IP Sunter dan Pertamina Layur Rawamangun (Tidak termasuk Diklat Pelaut di Semarang, Surabaya, Barombong, Cirebon, Aceh dan Sorong), luar biasa tanpa lelah dan putus asa terus mengunjungi diklat diklat pelaut yang tersebut diatas, kita sangat “ Respect dan Appreciated “ atas perjuangan teman teman pelaut tersebut.

Untuk mengikuti Diklat, teman teman perlu perjuangan untuk antrian dan biaya yang dikeluarkan per-certificate juga untuk melakukan Revalidasi maupun Updating (kecuali bagi teman teman yang cuti biaya sudah dipersiapkan sewaktu di kapal, ada yang langsung mengurus sendiri, maupun urusan lewat pihak ketiga karena waktu cuti yang singkat, untuk biaya no problematic), nah bagaimana dengan teman teman yang belum onboard maupun bagi pemula untuk menjadi seorang pelaut Tingkat PELAYAN/KELASI/JURU MUDI/OILER, diwajibkan mempunyai sbb ;

  1. Buku Pelaut ( biaya pengurusan sampai dengan disyahkna Buku Pelaut, serta waktu tunggu ) waduuh...maak....oiiiiii (Tidak termasuk pengurusan Passport)
  2. Program STCW78 – Amendement 2010 : BST, MEFA, AFF, SCRB, SAT, SDSD, RFNW/RFEW, tambahan baru untuk menjadi Juru Mudi/Oiler : Able Seafarer Deck/Able Seafarer Engine, jika bekerja di kapal tanker tambahan TF, BOCT/BLTG.
  3. Total Certificate untuk menjadi seorang Pelaut Tingkat Perwira ada +/- 30 (tiga puluh) Certificate...brooo.......
  4. Untuk pelaut pemula sudah berapa ikat  9.ikat harus ada certificate, sementara teman teman yang kerja di tongkang maupun tug boat, dan lain lainya berapa ikat gajinya????? Wah...wah....maboook lauuuut broo...untuk mengharapkan opec saat ini ngeri...ngeri sedap...brooo.....
  5. Berapa total biaya yang dikeluarkan Pelaut?????? (tidak termasuk pelaut melalui Sekolah Formil Akademi) + biaya biaya foto copy black white dan color, scan, print out dan saat ini print out hanya bisa dilakukan per-certificate saja, tidak seperti dibawah Tahun 2016, hanya perlu nonor BST, maka akan keluar semua certificate yang telah di punyai seorang pelaut, biaya transportasi angkot, ojek, bus way, kereta api, parkir,dll, waduuuuh mabooook lauuut lagi broooo........
Pelaut Pemula, setelah usai mengikuti Diklat masa perjuangan teman temanku belum selesai (kecuali pelaut yang menjalani  cuti, biaya perusahaan dan sejenisnya-no problematic) Teman teman yang telah selesai Diklat harus menjalankan mencari lowongan kerja (bahasa gaulnya “ Cari Can “) nah jika bernasib baik Can kerja dapat  tidak pakai “ Cas (bahasa gaul pelaut) Cas adalah Charge dana pelicin atas kerjasama yang baik bagi kedua belah pihak dan besarnya bervariasi, bagaimana brooo, apakah “ Full Astern? atau tetap “ Full Ahead?  Atau Dead Slow Ahead?????....teman teman....maboook lauut lagi nih broo......

Untuk teman teman yang dari Akademi untuk menyelesaikan ANT.III/ATT.III diharuskan mengikuti Prola/Prala, untuk menjadi Cadet, nah perjuangan belum selesai untuk jadi Cadet harus mencari cari can informasi dari teman teman para Senior, juga brosing brosing via internet dan lain sejenismya.

Setelah diterima jadi Cadet perjuangan belum selesai dari adik adik diatas kapal, juga uang saku per bulan yang diterima dari perusahaan pelayaran, uang saku ber variasi khusus kapal berbendera Indonesia, ada yang setengan segel sampai satu segel di air jarang di temui yang mencapai lima segel, terkecuali kapal foreign lines nah di atas kapal masih ada berapa persaen para Senior yang menerapkan “ Kedisiplinan “ Cadet diatas kapal, seperti “ Tolong ambilkan sarapan dan bawa ke Bridge “ dan lain sebagainya, jika bermasalah di kenakan  berlari mengelilingi deck atau push up dan para Senior dengan suara tinggi memberi peringatan, waduuuh brooo perjuangan belum selesai, sampai dengan ada Cadet yang bertahan 3.Bulan, 6. Bulan ada juga yang menyelesaikan kontrak 1. Tahun, tetapi ada juga para Senior yang bijaksana dan Sopan Santun....brooo

Perjuangan Pelaut masih belum selesai sampai disini, artikel berlanjut broo, membahas masalah Kenapa Crew kapal bisa di bajak, kenapa lowongan kerja masih di dominasi oleh Filipino,India dan bangsa lainya dan apa yang dilakukan oleh banyak Profesi Himpunan Pelaut saat ini disamping adanya KPI, apa sudah amankan Safety para pelaut yang bekerja diatas kapal terutama kapal kapal Tanker product, Crude, Chemical dan LPG

Demikian sementara artikel ini disampaikan dan mohon koreksi para rekan rekan pelaut masukan maupun lain sebagainya                                                                                                  

Wassalam,
Serbaserbi Pelaut

Sailoring.blogspot.com 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar