Good
Day,
Hello... rekan rekan Pelaut Indonesia,
baik yang sudah onboard, mengikuti
diklat, maupun yang lagi door to door dari kantor ke kantor, dari teman ke
teman dan dari Agent Broker ke broker juga teman teman yang brosing di
internet, agar tetap semangat dan never give up.....maju terus....Full Ahead...namun
tetap hati hati awasi port side dan
starboad side waspada “ Jaring Nelayan “.
Teman
teman pelaut semua, melihat kondisi saat
ini sejak diberlakukanya “ Amendement Manila 2010 “, banyak teman teman pelaut yang melakukan
revalidasi certificate maupun updating, prihatin sekali atas biaya yang
dikeluarkan khususnya yang datang dari luar kota ke Jakarta selain biaya
certificate, juga untuk biaya Kost bagi teman teman yang tidak ada mess maupun
tempat teman maupun saudara yang akan di kunjungi untuk menginap, juga biaya
makan, transportasi, selama masa tunggu untuk memulai diklat dan lain
sebagainya.
Namun
teman teman Pelaut saya lihat di Diklat STIP Marunda, BP3IP Sunter dan Pertamina
Layur Rawamangun (Tidak termasuk Diklat Pelaut di Semarang, Surabaya, Barombong,
Cirebon, Aceh dan Sorong), luar biasa tanpa lelah dan putus asa terus
mengunjungi diklat diklat pelaut yang tersebut diatas, kita sangat “ Respect dan Appreciated “ atas perjuangan teman teman
pelaut tersebut.
Untuk
mengikuti Diklat, teman teman perlu perjuangan untuk antrian dan biaya yang
dikeluarkan per-certificate juga untuk melakukan Revalidasi maupun Updating (kecuali bagi teman teman yang cuti
biaya sudah dipersiapkan sewaktu di kapal, ada yang langsung mengurus sendiri,
maupun urusan lewat pihak ketiga karena waktu cuti yang singkat, untuk biaya no
problematic), nah bagaimana dengan teman teman yang belum onboard maupun bagi
pemula untuk menjadi seorang pelaut Tingkat PELAYAN/KELASI/JURU MUDI/OILER, diwajibkan mempunyai sbb ;
- Buku Pelaut ( biaya pengurusan sampai dengan
disyahkna Buku Pelaut, serta waktu tunggu ) waduuh...maak....oiiiiii
(Tidak termasuk pengurusan Passport)
- Program
STCW78 – Amendement 2010 : BST,
MEFA, AFF, SCRB, SAT, SDSD, RFNW/RFEW, tambahan baru untuk menjadi Juru
Mudi/Oiler : Able Seafarer Deck/Able Seafarer Engine, jika bekerja di
kapal tanker tambahan TF, BOCT/BLTG.
- Total Certificate untuk menjadi seorang Pelaut Tingkat Perwira ada +/-
30 (tiga puluh) Certificate...brooo.......
- Untuk
pelaut pemula sudah berapa ikat
9.ikat harus ada certificate,
sementara teman teman yang kerja di tongkang maupun tug boat, dan lain
lainya berapa ikat gajinya????? Wah...wah....maboook
lauuuut broo...untuk mengharapkan opec saat ini ngeri...ngeri sedap...brooo.....
- Berapa
total biaya yang dikeluarkan Pelaut?????? (tidak termasuk pelaut melalui Sekolah Formil
Akademi) + biaya biaya foto copy black white dan color, scan, print out
dan saat ini print out hanya bisa dilakukan per-certificate saja, tidak
seperti dibawah Tahun 2016, hanya perlu nonor BST, maka akan keluar semua
certificate yang telah di punyai seorang pelaut, biaya transportasi angkot,
ojek, bus way, kereta api, parkir,dll, waduuuuh mabooook lauuut lagi broooo........
Pelaut
Pemula, setelah usai mengikuti Diklat masa perjuangan teman temanku belum selesai
(kecuali pelaut yang menjalani cuti,
biaya perusahaan dan sejenisnya-no problematic) Teman
teman yang telah selesai Diklat harus menjalankan mencari
lowongan kerja (bahasa gaulnya “ Cari Can “) nah jika bernasib baik Can kerja dapat tidak
pakai “ Cas (bahasa gaul pelaut) Cas adalah Charge dana pelicin atas kerjasama
yang baik bagi kedua belah pihak dan besarnya bervariasi, bagaimana brooo,
apakah “ Full Astern? atau tetap “ Full Ahead? Atau Dead
Slow Ahead?????....teman teman....maboook lauut lagi nih broo......
Untuk
teman teman yang dari Akademi untuk menyelesaikan ANT.III/ATT.III diharuskan
mengikuti Prola/Prala, untuk menjadi Cadet, nah perjuangan belum selesai untuk
jadi Cadet harus mencari cari can informasi dari teman teman para Senior, juga
brosing brosing via internet dan lain sejenismya.
Setelah
diterima jadi Cadet perjuangan belum selesai dari adik adik diatas kapal, juga
uang saku per bulan yang diterima dari perusahaan pelayaran, uang saku ber
variasi khusus kapal berbendera Indonesia, ada yang setengan segel sampai satu
segel di air jarang di temui yang mencapai lima segel, terkecuali kapal foreign
lines nah di atas kapal masih ada berapa persaen para Senior yang menerapkan “
Kedisiplinan “ Cadet diatas kapal, seperti “ Tolong ambilkan sarapan dan bawa
ke Bridge “ dan lain sebagainya, jika bermasalah di kenakan berlari mengelilingi deck atau push up dan
para Senior dengan suara tinggi memberi peringatan, waduuuh brooo perjuangan
belum selesai, sampai dengan ada Cadet yang bertahan 3.Bulan, 6. Bulan ada juga
yang menyelesaikan kontrak 1. Tahun, tetapi ada juga para Senior yang bijaksana
dan Sopan Santun....brooo
Perjuangan
Pelaut masih belum selesai sampai disini, artikel berlanjut broo, membahas
masalah Kenapa Crew kapal bisa di bajak, kenapa lowongan kerja masih di
dominasi oleh Filipino,India dan bangsa lainya dan apa yang dilakukan oleh
banyak Profesi Himpunan Pelaut saat ini disamping adanya KPI, apa sudah amankan
Safety para pelaut yang bekerja diatas kapal terutama kapal kapal Tanker
product, Crude, Chemical dan LPG
Demikian
sementara artikel ini disampaikan dan mohon koreksi para rekan rekan pelaut
masukan maupun lain sebagainya
Wassalam,
Serbaserbi Pelaut
Sailoring.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar